| 1. | Mendengarkan penjelasan guru dengan baik. Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan. |
| 2. | Jangan malu untuk bertanya. Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal. |
| 3. | Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya. Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh! |
| 4. | Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan. Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik! |
| 5. | Cukup istirahat, makan dan bermain. Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas! |
| 6. | Banyak berlatih pelajaran yang kurang disuka. Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya. |
| 7. | Ikutilah kegiatan ektrakurikuler yang kamu senangi. Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah. |
| 8. | Cari seorang pembimbing yang baik. Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi. |
| 9. | Jangan suka mencontek teman. Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik. |
- Bimbingan belajar secara intensif
Ada berbagai macam model bimbingan
belajar bisa dijadikan sebagai alternatif dalam upaya peningkatan
prestasi belajar siswa. Ada dua macam model bimbingan belajar, yaitu:
pertama: bimbingan siswa berprestasi, dan kedua: bimbingan bagi anak
dengan kemampuan dibawah rata-rata. Bagi siswa yang memiliki kemamuan di
atas rata-rata mereka hanya dapat diberikan program pengayaan,
sedangkan bagi mereka yang hanya memiliki kemampuan dibawah rata-rata
diberi program remedial, adapun teknik pemberian bantuan atau bimbingan
belajar tersebut dapat dilakukan dengan face to face relationship
- Pembelajaran siswa secara individu
Bimbingan belajar secara individu bisa
diperluas kepada kelompok walaupun metode ini juga digunakan untuk
membantu individu-individu yang mempunyai masalah gangguan emosional
yang serius. Pada pembelajaran individual, guru memberi bantuan pada
masing-masing pribadi, sedangkan pada pembelajaran kelompok, guru
memberikan bantuan secara umum
- Penggunaan metode pembelajaran bervariasi
Upaya selanjutnya yang perlu dilakukan
oleh seorang guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu dengan
menggunakan metode pembelajaran bervariasi. Akan tetapi dalam hal ini
saya menganjurkan untuk menggunakan metode problem solving yang mana
bertujuan untuk membantu anak-anak dalam menyelesaikan masalah dan
memecahkannya, disamping itu metode problem solving juga merupakan cara
untuk memberikan pengertian dengan menstimulasi siswa untuk
memperhatikan, menelaah, dan berpikir tentang suatu masalah untuk
selanjutnya menganalisis masalahnya tersebut sebagai upaya memecahkan
masalah.
- Program home visit
Penggunaan home visit sebagai salah satu
bentuk peningkatan prestasi belajar siswa merupakan suatu cara yang
ditunjukan untuk lebih mengakrabkan antar guru dengan siswa dan orang
tua. Teknik home visit dapat dilakukan melalui kunjungan rumah agar guru
dapat mengetahui masalah anak dirumahnya. Disamping itu, agar orang tua
dapat memberikan perhatian dan motivasi yang lebih terhadap belajar
anak. Teknik ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan prestasi
siswa. Hal ini dimaksudkan untuk mengkomunikasikan dan mencari jalan
keluar atas persoalan yang dihadapi siswa dalam belajar agar
memperlancar mencapai tujuan program pendidikan di sekolah tersebut. (educationesia.blogspot.co.id)
sumber : https://rumahmentor.wordpress.com/2016/01/10/cara-meningkatkan-prestasi-belajar-siswa-bagi-guru/
Niat dan tekad
Segala
sesuatu kegiatan harus dimulai dengan niat yang tulus dan ikhlas dan diiringi
dengan doa yang khusuk. Sebab, hasil yang akan dicapai juga ditentukan oleh
niat dan doa. Siswa harus berniat, bertekad dan berdoa untuk mencapai prestasi
belajar yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Menjadi yang terbaik di kelas
atau di sekolah.
2. Upaya dan ikhtiar
Upaya
yang pertama dilakukan siswa adalah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
Dalam hal ini, siswa perlu aktif fisik dan mentalnya selama pembelajaran
berlangsung. Mencatat rangkuman materi pelajaran yang penting, bertanya dan
berdiskusi, mengikuti kegiatan dan aturan sekolah dengan baik.
Gunakan waktu istirahat belajar sebaik mungkin sehingga dapat memulihkan kesegaran otak. Upaya yang diikuti dengan sepenuh hati dan melakukan ibadah akan menghasilkan suatu ikhtiar yang optimal untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Gunakan waktu istirahat belajar sebaik mungkin sehingga dapat memulihkan kesegaran otak. Upaya yang diikuti dengan sepenuh hati dan melakukan ibadah akan menghasilkan suatu ikhtiar yang optimal untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Pembelajaran
sesungguhnya akan berlanjut di rumah masing-masing siswa. Tugas siswa
selanjutnya adalah mengulang pelajaran yang sudah dipelajari dan dicatat di
sekolah. Kemudian diikuti dengan mengerjakan tugas yang diberikan guru jika
ada.
Tugas dapat dikerjakan secara perorangan atau berkelompok. Kalau dapat minta bantuan orang tua untuk memfasilitasi kegiatan belajar di rumah. Tak ada salahnya minta dibuatkan minuman ringan pada orang tua untuk memacu semangat belajar.
Tugas dapat dikerjakan secara perorangan atau berkelompok. Kalau dapat minta bantuan orang tua untuk memfasilitasi kegiatan belajar di rumah. Tak ada salahnya minta dibuatkan minuman ringan pada orang tua untuk memacu semangat belajar.
Agar tetap sehat dalam
melakukan berbagai aktivitas belajar, siswa perlu menjaga kesehatan fisik.
Tidak terlalu larut malam kalau tidur. Jangan memaksakan diri belajar sampai
larut malam. Selain itu perlu mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan
sederhana.
Melengkapi ikhtiar siswa
perlu melaksanakan kewajiban beribadah wajib maupun sunat. Tidaklah tepat
saking rajin belajar meninggalkan ibadahnya.
3.Tawakal
Setelah melakukan berbagai
upaya dan ikhtiar, siswa perlu berserah diri kepada Maha Pencipta. Sebab,
segala doa, upaya dan ikhtiar sangat ditentukan oleh yang Maha Kuasa. Namun
siswa tidak boleh putus asa, sebaliknya selalu menaruh pengharapan kepada Sang
Pencipta.
Demikianlah tips meningkatkan prestasi belajar siswa. Mudah-mudahan bermanfaat.
Demikianlah tips meningkatkan prestasi belajar siswa. Mudah-mudahan bermanfaat.
sumber : http://www.matrapendidikan.com/2013/07/tips-meningkatkan-prestasi-belajar.html






0 komentar:
Posting Komentar